Sunday, December 25, 2016

Jembatan Cisomang Bergeser Picu Melonjaknya Penumpang Kereta

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro mengungkapkan adanya lonjakan jumlah penumpang kereta tujuan Bandung pada musim libur Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Jika tahun lalu, kereta menuju Bandung mengangkut sebanyak 258.508 penumpang, adapun tahun ini, selama dua hari, kata Edi sudah meningkat menjadi 1,8 persen atau total mengangkut 261.312 penumpang.

Edi memaklumi lonjakan penumpang itu lantaran adanya peristiwa Jembatan Cisomang dan beberapa faktor lain. Terlebih, Bandung merupakan salah satu destinasi wisata terdekat dari Jakarta. Informasi

"Momen Natal dan Tahun Baru ini memang banyak ingin berlibur ke Bandung," kata Edi saat menggelar jumpa pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu, 25 Desember 2016.

Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, sambung Edi, pihaknya telah menambah empat rangkaian kereta tambahan jurusan Jakarta menuju Bandung. Begitu juga jurusan sebaliknya.

"Sehingga total semuanya ada 20 KA jurusan Bandung-Jakarta PP yang dijalankan," kata Edi.

Sunday, October 9, 2016

Bahasa Bawean

Bahasa Bawean ditengarai sebagai kreolisasi bahasa Madura, karena kata-kata dasarnya yang berasal dari bahasa ini, namun bercampur aduk dengan kata-kata Melayu dan Inggris serta bahasa Jawa[31][32] karena banyaknya orang Bawean yang bekerja atau bermigrasi ke Malaysia dan Singapura, Bahasa Bawean memiliki ragam dialek bahasa biasanya setiap kawasan atau kampung mempunyai dialek bahasa sendiri seperti Bahasa Bawean Dialek Daun, Dialek Kumalasa[33] , Dialek Pudakit dan juga Dialek Diponggo. Bahasa ini dituturkan di Pulau Bawean, Gresik, Malaysia, dan Singapura [34]. Di dua tempat terakhir ini Bawean dikenal sebagai Boyanese. Intonasi orang Bawean mudah dikenali di kalangan penutur bahasa Madura. Perbedaan kedua bahasa dapat diibaratkan dengan perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia[35], yang serupa tapi tak sama meskipun masing-masing dapat memahami maksudnya. Contoh-contoh:

eson atau ehon = aku
kalaaken = ambilkan
tak kabessanyo'on/ naddeh nyo'on = terimakasih
olo = kepala
sakotik = sedikit
kathirik = sendiri
toghellen = kerabat/saudara

Contoh Bahasa Bawean:

Eson terro ka be'na = Saya sayang kamu (di Bawean ada juga yang menyebutnya Ehon)
Buk, bede berrus? = Buk, ada sikat? (berrus dari kata brush)
Mak, pamelleaken pellem = Mak, belikan mangga ( ada pengaruh Jawa kuno di akhiran -aken).
Silling na se bucor la mare e pabender = langit-langit nya yang bocor sudah diperbaiki ( silling bahasa bawean dipengaruhi bahasa melayu (inggris : ceiling ), langit-langit dalam bahasa asli bawean adalah "Sentek" )
Araa..mak ghik bede edinnak, ekowa la alajer ka singgapur = Kenapa...kok masih disini, katanya sudah pergi berlayar ke singapura ( kata 'Araa' dari kata arapah dalam Bahasa Madura , kata alajer (Berlayar) untuk menunjukkan orang bawean pergi keluar dari pulau Bawean )


Pulau Bawean,

Pulau Tidung,

Pulau Harapan

Etimologi Pulau Bawean

Bawean adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 80 Mil atau 120 kilometer sebelah utara Gresik. Secara administratif sejak tahun 1974, pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur di mana tahun sebelumnya sejak pemerintahan kolonial pulau Bawean masuk dalam wilayah Kabupaten Surabaya. Belanda (VOC) masuk pertama kali ke Pulau ini pada tahun 1743.

Kata Bawean berasal dari bahasa Sanskerta, yang berarti ada sinar matahari. Menurut legenda, sekitar tahun 1350[23], sekelompok pelaut dari Kerajaan Majapahit terjebak badai di Laut Jawa dan akhirnya terdampar di Pulau Bawean pada saat matahari terbit.

Dalam kitab Negarakertagama menyebutkan bahwa pulau ini bernama Buwun sedangkan dalam catatan Serat Praniti Wakya Jangka Jaya Baya penduduk Bawean bermula pada tahun 8 Saka di mana sebelumnya pulau ini tidak berpenghuni, Pemerintah Koloni Belanda dan Eropa pada abad 18 menamakan pulau ini dengan sebutan Lubeck,Baviaan,Bovian,Lobok, Awal abad ke-16 tepatnya pada tahun 1501 agama Islam masuk ke Bawean yang dibawa oleh Sayyid Maulana Ahmad Sidik atau yang dikenal dengan nama Maulana Umar Mas'ud atau Pangeran Perigi sekaligus menjalankan tata pemerintahan di Pulau Bawean selanjutnya Pulau Bawean di pimpin oleh keturunan Umar Masud seperti Purbonegoro, Cokrokusumo dan seterusnya hingga yang terakhir Raden Ahmad Pashai. Pada tahun 1870-1879 Pulau Bawean menjadi Asistent Resident Afdeeling dibawah Resident Soerabaya pada masa inilah Pulau Bawean di bagi menjadi dua kecamatan yaitu kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Tambak yang di pimpin oleh seorang Wedana dengan Wedana terakhir bernama Mas Adi Koesoema ( 1899-1903)


Saturday, September 3, 2016

Pulau Harapan Atau Pulau Tidung

Pulau harapan atau pulau tidung adalah sebuah pertanyaan yang sangat sulit saya jawab, sebab antara pulau harapan dan pulau tidung adalah sebuah tempat wisata yang sama-sama indah.
di antara dua pulau ini sama-sama memiliki kelebihan tersendiri di antaranya: pulau tidung yang di gemari para...
Pulau Harapan Atau Pulau Tidung

Friday, September 2, 2016

Harga Ke Pulau Harapan

Harga Ke Pulau Harapan murah dengan fasilitas berkualitas, pelayanan pemandu asli pulau harapan yang ramah, jalan-jalan keliling pulau sekitar yang menakjubkan banyak pilihan pulau-pulau yang bisa di kunjungi salah satu nya pulau matahari, pulau macan, pulau genteng kecil, pulau genteng besar,...
Harga Ke Pulau Harapan

Travel Pulau Harapan

Travel pulau harapan, kami merupakan salah satu travel jasa perjalanan wisata pulau harapan dengan pelayanan dan kenyamanan yang kami utamakan,
dari segi biaya yang lebih murah dan kualitas penginapan yang baik, bersih dan nyaman
pulau harapan merupakan pulau wisata yang berpenduduk masyarakat...
Travel Pulau Harapan

Thursday, September 1, 2016

Pulau Harapan

Pulau Harapan yang masih jarang tersentuh oleh wisatawan ini memang terkenal dengan keindahan terumbu karangnya yang membuat pecinta bawah laut ingin berlama-lama menghabiskan waktunya di pulau ini. Selain itu, pesisir pantai yang bersih serta pemandangan indahnya membuat Anda lupakan penatnya...
Pulau Harapan